Dalil-Dalil Wajibnya Mengikuti Jalan Rasullah dan Tidak Membuat Jalan-Jalan Baru

Dalil-Dalil Wajibnya Mengikuti Jalan  Rasullah
Dalil-Dalil Wajibnya Mengikuti Jalan  Rasullah  dan Tidak Membuat Jalan-Jalan Baru


 Ustadzunal Waalid Sufyan Bafien Zein

AYAT KETUJUH TENTANG WAJIBNYA MENGIKUTI RASUL ﷺ:


{ وَیَوۡمَ یَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ یَدَیۡهِ یَقُولُ یَـٰلَیۡتَنِی ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِیلࣰا (27) یَـٰوَیۡلَتَىٰ لَیۡتَنِی لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِیلࣰا (28) لَّقَدۡ أَضَلَّنِی عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَاۤءَنِیۗ وَكَانَ ٱلشَّیۡطَـٰنُ لِلۡإِنسَـٰنِ خَذُولࣰا (29) }

Artinya:

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya (menyesali perbuatannya), seraya berkata, "Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.

[Surat Al-Furqan: 27]


Berkata Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya:

Allah mengabarkan kita penyesalan orang-orang zolim yang menyelisihi jalannya Rasul ﷺ dan kebenaran nyata yang dibawa dari sisi Allah yang tidak ada keraguan padanya. Kemudian mereka menjalani selain jalannya Rasul ﷺ. Maka nanti pada hari kiamat mereka menyesal namun penyesalan mereka tidak ada manfaatnya, akhirnya mereka menggigit jari mereka karna merasa rugi dan kecewa.


AYAT KEDELAPAN TENTANG WAJIBNYA MENGIKUTI RASUL ﷺ:


{ یَوۡمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمۡ فِی ٱلنَّارِ یَقُولُونَ یَـٰلَیۡتَنَاۤ أَطَعۡنَا ٱللَّهَ وَأَطَعۡنَا ٱلرَّسُولَا۠ (66) وَقَالُوا۟ رَبَّنَاۤ إِنَّاۤ أَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاۤءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِیلَا۠ (67)}

Artinya:

Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, "Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”

[Surat Al-Ahzab: 66-67]


لا يجد هؤلاء الكافرون وليًّا ولا نصيرًا في يوم تقلب وجوههم في النار حالا بعد حال (يَقُولُونَ) وتلك حالهم في النار (يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ) في الدنيا وأطعنا رسوله فيما جاءنا به عنه من أمره ونهيه، فكنا مع أهل الجنة في الجنة، يا لها حسرة وندامة، ما أعظمها وأجلها.


Berkata Imam Atthobari dalam tafsirnya:

Orang-orang kafir tidak akan mendapatkan seorang wali pun atau seorang penolong pun pada hari wajah-wajah mereka dibolak-balikkan di atas neraka (sambil berkata): "aduhai andai saja aku menta'ati Allah dan Rasul-Nya di dunia dan mengikuti apa yang dibawanya maka kami akan akan bersama penduduk syurga di syurga", aduhai rugi dan menyesalnya mereka, dan sungguh besarnya penyesalan dan kerugian itu.


Berkata Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya:

Mereka diseret dineraka dengan wajah mereka terungkup dan dikelilingi oleh api jahannam sambil mereka berangan-angan andai saja di dunia mereka menta'ati Allah dan Rasul-Nya...


Ayat semisal seperti ini banyak dalam Alqur-an, diantaranya:


{ یَقُولُ ٱلَّذِینَ نَسُوهُ مِن قَبۡلُ قَدۡ جَاۤءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلۡحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَاۤءَ فَیَشۡفَعُوا۟ لَنَاۤ أَوۡ نُرَدُّ فَنَعۡمَلَ غَیۡرَ ٱلَّذِی كُنَّا نَعۡمَلُۚ قَدۡ خَسِرُوۤا۟ أَنفُسَهُمۡ وَضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُوا۟ یَفۡتَرُونَ }

Artinya:

Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata, “Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafa’at bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu?” Mereka sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri dan apa yang mereka ada-adakan dahulu telah hilang lenyap dari mereka.

[Surat Al-A'raf: 53]


Wallohu waliyuttaufiiq...

LihatTutupKomentar